Sabtu, 08 Agustus 2015

29 Juli 2015: Anthem - Ayn Rand

Hari ini untuk pertama kalinya saya masuk Puskesmas setelah berlibur selama beberapa hari. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan selama liburan kemarin karena hampir semua waktuku habis di jok motor, berkeliling Kupang, terpapar sinar matahari, merasakan garangnya suhu di kota karang. Kupang begitu kering untuk ukuran sebuah ibukota provinsi, meskipun begitu, saya melihat banyak pohon cemara tumbuh di tempat tandus, di sepanjang jalan protokol kota tersebut. Untungnya, panasnya kota itu tidak disertai oleh kejadian yang bernama macet. Seandainya terjadi macet di siang bolong, entah apa jadinya diriku saat di atas motor. Mungkin tiap saat saya dapat berubah wujud menjadi ikan kering yang siap disantap dengan tumisan bawang, tomat, cabe, dan lumuran kecap. Yummy.

Saya juga sempat melakukan thawaf di semua mall di Kupang, mulai dari Mall Flobamor Ramayana, Mall Hypermart, dan yang teranyar, Mall Lippo. Dari semua mall tersebut, yang barangnya paling murah adalah Mall Ramayana, apalagi kalau menggunakan kartu anggota. Tapi yang paling ramah pelayanannya, menurut saya, adalah Mall Hypermart di bundaran eks-PU (karena dulu berdiri gedung PU di dekat bundaran tersebut). Perlu ditekankan di sini bahwa saya tidak di-endorse oleh mall manapun.

Karena jaringan internet di Kupang sangat kencang, saya sampai isi ulang kuota sebanyak 3 kali. Betul-betul menguras banyak isi rekening. Tapi itu sebanding dengan buku-buku yang saya unduh dari database Aldiko. Buku-buku novel klasik Proust hingga Gogol sudah ada dalam memori seluler. Untuk membacanya, saya hanya memerlukan sisa waktu dan baterei. Karena di Ndao, sulit untuk mendapatkan listrik.

Salah satu buku yang saya unduh adalah Anthem karya Aynd Rand atau Alisa Zinov'yevna Rosenbaum. Bagi orang awam, itu hanyalah nama nama yang aneh. Tapi bagi mereka yang mendalami filsafat dan sosiologi, Aynd Rand adalah salah satu raksasa yang mendirikan sistem filosofi yang disebut sebagai Objektivisme. Sistem filosofinya sangat mengajurkan rasionalitas individualisme dan kapitalisme laissez-faire. Tidak ada satupun negara atau institusi yang boleh mengganggu gugat kebebasan individu dalam menentukan jalan hidupnya. Dan pandangan ini tercermin jelas dalam buku Anthem.

Coba simak salah satu kutipan dalam buku tersebut:
"At first, man was enslaved by the gods. But he broke their chains. Then he was enslaved by the kings. But he broke their chains. He was enslaved by his birth, by his kin, by his race. But he broke their chains. He declared to all his brothers that a man has rights which neither god nor king nor other men can take away from him, no matter what their number, for his is the right of man, and there is no right on earth above this right. And he stood on the threshold of freedom for which the blood of the centuries behind him had been spilled."

Di Anthem, Aynd Rand menceritakan sebuah dunia di mana sosialisme dan komunisme absolut menguasai dunia. Semua sendi kehidupan dikuasai oleh negara. Benih-benih individualisme dimatikan sejak masa kelahiran seorang manusia. Negara yang menentukan pekerjaanmu, pakaianmu, pasangan hidupmu, dan bahkan akhir hidupmu. Tidak boleh ada kata ganti orang tunggal seperti "saya" dan "kamu". Hanya ada "kita" dan "mereka". Semua harus dilakukan atas dasar kolektivitas. Sungguh sebuah dunia yang mengerikan bagi ego.

Buku fiksi ini diterbitkan pada tahun 1938. Saat itu dunia sedang bersiap-siap menghadapi perang dunia kedua. Kekuatan dunia terpolarisasi menjadi kapitalisme dan komunisme. Aynd Rand yang merupakan keturunan Rusia, jelas-jelas sangat membenci komunisme yang tumbuh di negara nenek moyangnya. Mungkin karena itulah dia membuat buku Anthem.

Tokoh utama di Anthem, Equality 7-2521, merupakan sebuah anomali di dunia kolektif komunisme. Rand seperti ingin memberikan pesan bahwa sekuat apapun sebuah institusi dalam berupaya menekan ke-akuan atau individualisme, pada akhirnya akan tetap lahir orang-orang yang berjuang untuk mengembalikan eksistensi diri pribadi. Tak ada tempat Tuhan di dalam filosofi Objektivisme Rand. Hanya ada manusia dan kemerdekaannya.

Kalau sering-sering membaca karya Aynd Rand, seseorang yang tanpa dasar agama yang kokoh, kemungkinan besar dapat langsung berubah jadi atheis atau agnostik.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...