Rabu, 14 Oktober 2015

Jumat, 29 Oktober 2015: Grown

Saya memiliki beberapa ingatan masa lalu yang selalu terbersit di saat yang tak tepat, di momen-momen yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan memori masa lalu yang pernah kualami. Seperti saat sedang berkendara, tiba-tiba saja ingatan keusilan masa TK berkelebat di kepalaku. Entah di mana korelasi antara berkendara dengan keusialan masa TK, kecuali saya sedang di jalan raya bersama geng motor, mungkin keterkaitannya masih dapat dijelaskan secara komprehensif karena masa TK-ku saya rasa cukup agresif untuk ukuran anak usia 4 tahun. Memangnya siapa anak usia 4 tahun tidak agresif? Yang menjadi masalah, ingatan tersebut muncul dalam bentuk citra buram bergerak seperti video dengan resolusi yang buruk, bukannya Blu-Ray atau Full HD tapi malah seperti 3GP atau FLV. Mungkin buruknya citra memori yang berkelebat di benakku lebih disebabkan oleh keenggananku untuk mengingat momen-momen masa lalu tersebut. Mengingat rinciannya justru membuatku harus memakai banyak sumber daya otak. Hanya saja, hal tersebut sulit terwujud karena entah bagaimana, momen yang tak ingin kuingat itu telah meninggalkan jejas yang begitu dalam di sinapsis otakku hingga terkadang fragmen memori yang seharusnya sudah terkubur bersama kumpulan ingatan bawah sadar lainnya justru menyeruak lalu mendobrak masuk ke zona alam sadar. Padahal itu adalah hal yang sangat terlarang dan menjengkelkan bagi seseorang yang terkadang dikendalikan oleh ilusi kontrol sepertiku.

Rasanya pasti asyik kalau bisa mengendalikan apa saja yang ingin kita ingat kemudian menghapus apa yang kita anggap tak berguna. Terlalu banyak hal yang ingin kuingat tapi tak bisa lagi kukembalikan ke memori, seperti rumus trigonometri, mekanika, pelajaran kuliah, buku novel yang pernah kubaca dan beberapa hal lainnya. Padahal saya telah menghabiskan begitu banyak waktu untuk bisa memaksa mereka masuk ke dalam girus dan sulkus otakku. Saya jadi berpikir, untuk apa sebenarnya saya mempelajari trigonometri,membaca buku kuliah dan mengenali manusia-manusia lain di berbagai kota jika pada akhirnya hal-hal tersebut justru kulupakan.

Saya tak dapat lagi mengingat dengan detail wajah dan nama teman-temanku di masa TK, SD, SMP, hingga SMA. Bahkan teman kuliah pun, sudah mulai memudar dari ingatanku. Mungkin ini tanda-tanda penuaan.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...