Selasa, 13 Oktober 2015

Senin, 12 Oktober 2015: Dette

Dulu saya pikir, ketiadaan dana bukanlah penghalang untuk melakukan berbagai hal, termasuk salah satunya kegiatan di Puskesmas. Tapi sepertinya saya salah. Kegiatan di Puskesmas ini nyaris mati karena ketiadaan dana. Untungnya kegiatan kuratif masih berjalan baik, dengan jumlah kunjungan pasien rata-rata 400-an orang/bulan. Bulan lalu saja, saya harus menangani 421 pasien dengan berbagai jenis keluhan dan kondisi. Jadi selama 5 bulan di sini, sekitar 2000an pasien sudah datang ke Puskesmas, hampir mendekati jumlah penduduk di Pulau Ndao yang berjumlah 2800 orang.

Kegiatan pelaporan, promotif, dan promotif dijalankan ala kadarnya secara tersengal-sengal.
Setelah 5 bulan di sini, saya baru tahu jika hutang Puskesmas ini sudah melebihi jumlah pemasukan Puskesmas dalam 6 bulan. Remarkable.
Saking banyaknya hutang, kadang saat pasien datang, selain berobat, mereka juga menagih hutang. Sungguh suatu fenomena yang aneh. Meskipun hingga saat ini belum pernah ada satu pun pasien yang menagih langsung hutang Puskesmas ke saya, tapi teman-teman yang bertugas di loket dan di luar ruang periksa, sering sekali curhat mengenai beberapa pasien yang datang menagih hutang. Saya sampai membuat hipotesis bahwa sebenarnya para pasien yang datang ke Puskesmas tidaklah benar-benar sakit, tapi mau menagih hutang atau mereka sakit karena mau menagih hutang. Tapi sekali lagi, that's only a hypothesis. Belum lagi tuntutan para kader Posyandu yang belum dapat insentif sejak Januari. It's a weird circumstance.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...