Jumat, 13 November 2015

Jumat, 13 November 2015: Anestetik

Sepertinya ada lagi pasien yang sedang tidak beruntung. Dia datang dengan luka robek ke PKM saat tidak ada lagi lidocaine yang tersedia. Sepertinya dia pasien ke empat dalam bulan ini. Setelah luka dibersihkan dan dinilai baik-baik, terlihat jelas bahwa robekan sebesar 4x15 cm bukanlah jenis luka yang harus dibiarkan saja tanpa jahitan. Prosedur dilanjutkan dengan informed consent mengenai kondisi luka, efek jika luka dijahit atau tidak dijahit, ketiadaan anestetik lokal di PKM, dll. Akhirnya pasien setuju untuk mendapatkan tindakan hecting tanpa anestetik. Setelah sebelumnya diberi analgesik preemptive maka dimulailah prosesi hecting yang diiringi oleh jeritan pasien. Kasihan sekali kalau harus menjahit pasien dalam kondisi tanpa anestetik lokal, hanya saja kita harus mempertimbangkan resiko buruk jika luka dibiarkan terbuka. Jahitan yang semestinya bisa lebih dari 10 jahitan, saya hemat saja jadi 4 jahitan di titik-titik luka tertentu yang intinya adalah luka menutup, perdarahan aktif berhenti, memperbesar kesempatan penyembuhan jaringan di lokasi yang fisiologis, serta mengurangi resiko infeksi luka yang terbuka akibat terpapar dengan lingkungan luar. Miris rasanya mendengar jeritan pasien yang terus-menerus tiap kali jarum menusuk kulitnya. Saya membayangkan kalau jarum itu yang menusuk kulitku lalu dalam hati saya berseru, "Terpujilah orang yang pertama kali menemukan Lidocaine."

Untungnya, 3 pasien sebelumnya dijahit tanpa anestesi hingga sekarang sehat wal afiat dan masih mau datang ke PKM meskipun sudah pernah merasakan siksa dunia, mendapat jahitan tanpa anestesi. Semoga pasien yang ini juga tetap mau datang kontrol, 2 hari lagi. Kalau pun tidak datang, berarti saya yang harus mengunjungi rumahnya.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...