Minggu, 27 Desember 2015

Minggu, 27 Desember 2015: Movie

Sejak Natal kemarin, tak ada niat keluar ataupun jalan-jalan yang terbersit dalam pikiranku. Saya hanya ingin di kamar, tidur, nonton, internetan. Hal-hal yang tak mungkin kulakukan jika berada di Ndao.
Saya menonton semua film rilisan 2015 yang menurutku menarik dan tak pernah saya nonton sejak berada di daerah perbatasan. The Martian, Black Mass, Spectre, Pawn Sacrifice, dan The Walk. Saya berharap menemukan Star Wars untuk melihat seberapa parah plotnya namun hal itu belum dapat terwujud karena tak ada bioskop di sini. Tak ada apa-apa di sini kecuali listrik dan sinyal 3.75 G.

Saat menonton film-film tersebut, saya menemukan satu kesamaan pada semua tokoh utamanya, mereka semua menderita penyakit jiwa.
Whitey Bulger yang diperankan oleh Johnny Depp di film Black Mass jelas-jelas seorang psikopat dan sosiopat. Kejahatannya terlalu banyak, hobi melakukan kekerasan dan membunuh. Lalu Tobey Maguire yang tak lagi jadi Spiderman di Pawn Sacrifice juga memerankan Bobby Fischer, seorang juara dunia catur yang menunjukkan gejala psikosis. Black Mass dan Pawn Sacrifice adalah film yang berbasis kisah nyata, sama halnya dengan film The Walk. Meskipun sepertinya agak sulit untuk mengatakan bahwa Philipe Petit yang diperankan oleh Joseph Gordon Levitt sebagai karakter yang mengalami gangguan jiwa, seperti yang terlihat pada karakter Bond di film Spectre dan Mark Whitney di film The Martian namun saya tetap merasa kalau mereka bertiga mungkin memiliki gangguan jiwa laten.

Matt Damon yang melepas keliaran tokoh Bourne lalu menjadi Mark Whitney di The Martian, terpaksa ditinggal sendiri di Mars selama berbulan-bulan. Sungguh aneh jika dia tak mengalami gangguan jiwa di lingkungan seperti Mars yang tak berpenghuni dan hanya makan kentang selama berbulan-bulan. Begitu juga dengan Daniel Craig yang kembali berperan sebagai Bond di Spectre, terlalu luar biasa jika Bond tidak mengalami gangguan mental selama dia menjalankan perannya sebagai agen rahasia yang senantiasa diteror bahaya.

Jika harus memilih mana yang terbaik dari semua film di atas, sepertinya saya lebih suka Pawn Sacrifice. Meskipun saya memang tidak suka catur karena saya tak pernah bisa menemukan sisi menariknya olahraga ini (entah kenapa catur bisa masuk olahraga), saya tertarik melihat karakter Bobby Fischer yang flamboyan dan tak terduga.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...