Sabtu, 26 Desember 2015

Sabtu, 26 Desember 2015: Transporté

Akhirnya bisa libur juga. Libur yang sejati, tanpa ketukan di pintu saat pagi buta, namun yang terpenting adalah kebebasan mendapatkan sinyal internet yang bisa diakses tanpa mengenal dimensi ruang dan waktu.

Tapi kalau memikirkan lagi perjalanan yang harus ditempuh untuk kembali ke tanah purbakala itu... rasanya miris. Transportasi publik di negara ini masih parah. Terlalu parah untuk dideskripsikan. It's beyond of imagination. Saya berharap bisa punya kapal dan pesawat pribadi agar tak perlu lagi merasakan sesaknya berhimpitan di transportasi publik yang toiletnya rusak. Sayangnya, saya masih terlalu miskin untuk bisa membeli barang seperti itu. Inilah salah satu kekurangan menjadi orang yang tidak kaya, terkadang sulit untuk mencapai hal yang kita inginkan. Mungkin "terkadang" bukanlah kata yang tepat, karena sepertinya "sering" adalah yang cocok.
Tak perlu putus harapan, suatu saat nanti, transportasi yang nyaman akan dapat dinikmati oleh semua orang tanpa melihat strata sosial. Namun, entah kapan itu dapat terwujud. Keep dreaming.

2 komentar:

syamm mengatakan...

wow. pink!
anyway, selamat libur om skay..

Skydrugz mengatakan...

selamat liburan... mbak syam

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...