Rabu, 06 Januari 2016

Rabu, 6 Januari 2015: The Lobster

Dalam 2 hari terakhir saya kembali melanjutkan pekerjaan rumah yang tidak dapat kulakukan di pulau terpencil, nonton film maraton. Yang masuk daftar kali ini adalah Maze Runner: The Scorch Trial, The Ant-Man, Mission Impossible: Rogue Nation, dan The Lobster. Tiga film yang pertama kusebutkan cenderung mainstream, action, tidak jauh berbeda dengan film genre sejenis lainnya. Protagonis dan antagonisnya sangat vulgar terpapar sejak menit-menit awal film diputar. Akhir kisahnya sudah dapat diprediksi. Untung saja alur, bumbu dialog, dan efek visualnya dibuat cantik dan berkelok sehingga kebosanan tidak langsung melanda.

Film yang saya anggap sangat spesial dalam daftar tontonan kali ini adalah The Lobster. Meskipun tema tentang jomblo adalah hal yang sangat lazim, tapi Yorgos Lanthimos mengarahkan sebuah ide cerita yang menurut saya sangat nyentrik, surealis, dan out of box. Bayangkan saja, jika kita harus hidup di sebuah dunia di mana para jomblo hanya punya waktu 45 hari untuk mendapatkan pasangan lalu apabila gagal mencapai target tersebut maka para jomblo itu akan diubah menjadi hewan. Akting yang ditunjukkan oleh Colin Farrel sebagai pria yang menjadi jomblo akibat istrinya selingkuh sungguh keren. Saat melihatnya berperan di film ini, saya jadi bertanya-tanya, apakah menjadi jomblo memang harus setragis ini ya?

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...