Jumat, 05 Februari 2016

Minggu, 31 Januari 2016: From Chin to Bee

Bagaimana bisa evolusi menghantarkan kita sebagai satu-satunya mahluk hidup yang memiliki dagu? Entahlah. Itu pertanyaan yang sama anehnya dengan keingintahuan yang senantiasa menggelayutiku ketika sedang menyikat gigi, mengapa saya harus mual ketika ritual itu dilakukan di pagi hari? Konspirasi gaya mekanik, buih kalsium-fluoride, mekanoreseptor, dan kemoreseptor tidak cukup untuk mematikan pusat tanya di otakku. Mengapa mereka harus menciptakan sensasi mual yang tidak menyenangkan seperti itu? Evolusionis mungkin akan berkata, tanya seperti itu tak perlu diajukan karena mual adalah murni mekanisme pertahanan diri agar semua cairan produk sikat gigi yang terakumulasi di rongga mulut tak masuk ke saluran napas, sama seperti halnya dengan mekanisme pertahanan lebah pekerja yang menyengat untuk mengusir manusia pengganggu dari sarang lebah. Semua orang juga tahu apa yang terjadi ketika cairan masuk ke saluran napas tanpa bisa dikeluarkan dengan cepat, ICU atau kematian menunggu di ujung jalan. Kita juga dapat menerka apa yang menanti saat lebah pekerja gagal menjalankan misi dan manusia mencapai sarang lebah, kita bisa berpesta madu setelahnya. Terkadang atau malah seringkali, mekanisme pertahanan primordial rancangan alam tidak cukup untuk mencegah invasi benda asing. Burung Dodo dan berbagai jenis nuri yang telah punah adalah contoh produk evolusi yang kini raib. Mereka tak pernah bisa mengantisipasi kehadiran manusia.

Jika punya waktu memperhatikan dengan seksama keanekaragaman hayati yang ada di sekitar, kita dapat melihat bahwa mahluk hidup yang jumlahnya tidak berkurang dari zaman dulu hingga sekarang hanyalah manusia dan mahluk hidup yang dianggap berguna bagi manusia, seperti ayam, padi, jagung, sapi, domba, kambing, babi, kucing, dan anjing. Mahluk liar yang dianggap tidak bermanfaat atau terlalu sulit dikendalikan biasanya akan punah dengan sendirinya, Harimau Jawa dan Harimau Bali sudah merasakan sendiri akibat buruk ketidakpatuhan mereka pada manusia

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...