Selasa, 09 Februari 2016

Senin, 8 Februari 2016: Colonists

Terkadang saya merasa sedikit depresi ketika membaca berita tentang Elon Musk yang ingin mengubah dunia ini menjadi lebih baik dengan mendirikan SolarCity yang menyediakan sumber energi tenaga surya, Tesla yang memproduksi mobil listrik, dan SpaceX yang membawa manusia ke luar angkasa. Jika SolarCity dan Tesla berhasil menginvasi seluruh dunia, maka mungkin umat manusia akan segera mengakhiri Era Bahan Bakar Fosil? Apa yang terjadi jika Era Bahan Bakar Fosil berakhir? Saya tidak tahu pasti, tapi mungkin ketika itu berakhir, emisi karbon dioksida dapat berkurang dan perubahan iklim dapat diperlambat. Memangnya ada apa dengan emisi karbon dioksida dan perubahan iklim? Apakah kedua hal tersebut begitu buruk bagi umat manusia?

Majalah National Geographic Indonesia Edisi November 2015 menjelaskan dampak perubahan iklim bagi kemanusiaan dan penjelasan tersebut tidaklah terdengar begitu baik bagi anak cucuku di masa depan, saya memang belum punya anak saat ini, tapi anggap saja saya akan memilikinya suatu saat nanti. Pelelehan es di kutub utara yang dapat menenggelamkan banyak daratan, kelaparan akibat rusaknya berbagai jenis tanaman dan ternak yang tidak dapat beradaptasi dengan perubahan iklim, serta munculnya berbagai jenis badai dan gelombang panas yang merenggut banyak korban bukanlah jenis masa depan yang ramah bagi manusia. National Geographic berkesimpulan, kita sedang berada di ambang kepunahan. Kesimpulan itu juga telah dicapai oleh hampir semua negara di dunia. Masalahnya, banyak manusia yang belum percaya dan tidak peduli pada hal tersebut. Dari hasil survei diketahui bahwa 25% penduduk Amerika Serikat tidak percaya pada isu perubahan iklim. Dan itu angka yang cukup besar untuk negara seperti Amerika Serikat. Memang sih, banyak kontroversi mengenai perubahan iklim. Sejumlah ahli masih skeptis dan menganggap pemanasan global ini bersifat sementara, bumi akan kembali mendingin dengan sendirinya. Hanya saja, hasil penelitian pada kadar karbon di bebatuan es kutub menunjukkan hasil yang memperkuat bukti bahwa perubahan iklim yang terpicu oleh peningkatan emisi karbon memang benar adanya. Dulu sebelum terjadi revolusi industri, kadar karbon di bumi memang selalu stabil, tidak pernah lebih dari 300 part per million (ppm), namun kini ceritanya berbeda, kadar karbon di alam sudah mencapai 400 ppm dan angka ini nampaknya akan terus meningkat. Data ini diperkuat oleh observasi yang dimulai oleh Charles Keeling pada tahun 1958 di Mauna Loa, yang mana observasi ini masih terus dilanjutkan hingga sekarang, yang menunjukkan bahwa kadar karbon dioksida selama 50 tahun terakhir terus mengalami peningkatan.

Data-data ini memang membangunkan pemimpin dunia dari tidur lelap yang panjang, namun itu tidak cukup untuk membuat mereka bergerak untuk melakukan sesuatu. Pemerintah masih sulit lepas dari bahan bakar fosil karena itu merupakan sumber pemasukan utama bagi mereka. Bagaimana mungkin mereka menghentikan produksi bahan bakar fosil yang notabene merupakan sumber uang mereka dengan beralih ke sumber daya terbarukan? Satu-satunya negara yang nampaknya sudah bergerak cukup jauh adalah Jerman. Angela Merkel baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan segera menutup semua reaktor nuklir mereka dan berencana akan mendirikan lebih banyak pembangkit listrik tenaga surya dan angin. Enviromentalis berharap agar tindakan itu bisa lebih jauh dengan ikut menutup semua pembangkit listrik tenaga batu bara. Dan ini masalahnya, Jerman adalah salah satu penghasil lignite terbesar di dunia sedangkan lignite merupakan batu bara muda yang apabila dibakar akan menghasilkan lebih banyak emisi. Melarang produksi lignite berarti mematikan banyak industri di sana. Pada akhirnya, pemerintah Jerman juga berada dalam dilema.

Makanya mengharapkan pemerintah untuk menghentikan perubahan iklim dunia adalah hal yang nyaris mustahil. Nah, di titik inilah Elon Musk membuatku depresi. Dia membuktikan bahwa tak perlu menjadi Presiden untuk bisa membuat dunia ini menjadi lebih baik. Saya juga ingin melakukan hal sama sepertinya. Berhenti menggunakan solar dan bensin untuk kendaraan lalu beralih menggunakan kendaraan bertenaga listrik, menyalakan listrik dengan menggunakan tenaga surya, dan mengurangi penggunaan alat-alat dari plastik. Hanya saja belum ada alternatif untuk menggantikan semua barang produksi Era Bahan Bakar Fosil di sini. Itu membuatku merasa powerless, betul-betul tak berdaya. Elon Musk memberikan harapan untuk masa depan manusia, hanya saja harapan itu nampaknya membutuhkan banyak biaya. Seandainya nanti bumi tak dapat lagi dihuni, maka Elon Musk ingin kita bisa mendirikan koloni di Mars. Untuk itulah SpaceX didirikan. Setelah tiga kali meledak di angkasa, SpaceX kini menjadi provider NASA untuk membawa manusia ke luar angkasa. Jika proyek kolonisasi Mars berhasil, maka mungkin film 2001: Space Odyssey akan menjadi kenyataan. Tapi sekali lagi, mungkin tidak semua orang akan bisa ke Mars. Uang akan menjadi faktor penentunya. Apakah saya bisa menjadi bagian dari perubahan tersebut tanpa harus melibatkan urusan finansial? Mungkin itu pertanyaan yang jawabannya sudah jelas tapi saya biarkan saja menggantung, siapa tahu saja di suatu saat nanti saya menguasai ilmu rekonfigurasi genetika, yang juga merupakan salah satu bidang yang diminati oleh Musk. Mengapa dia tertarik pada bidang itu? Ini erat kaitannya dengan perjalanan ke luar angkasa. Butuh waktu lama untuk mencapai Mars, kita mungkin akan lebih dahulu menua sebelum berhasil membuat koloni di sana. Dengan rekonfigurasi genetika, mungkin kita dapat menghentikan penuaan dan membuat tubuh kita menjadi lebih beradaptasi pada lingkungan yang tanpa gravitasi. Terdengar fantastik. Hanya saja, rekonfigurasi genetika terbentur oleh masalah etika yang biasa disebut dengan Hitler Problem. Dulu Hitler bercita-cita membuat ras yang lebih superior lalu membasmi ras lain yang dianggap lemah. Jika disalahgunakan, rekonfigurasi genetika dapat menciptakan tragedi Nazi yang baru. Entahlah.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...