Sabtu, 16 April 2016

Eksperimen 2

Saat melihat postingan orang yang tidak sesuai dengan pandangan hidupku di timeline Twitter atau LINE, selalu saja ada rasa gatal di otak dan jemari untuk mengetik komentar yang membantah hal tersebut dengan cara yang paling sarkas, satir, atau ironis namun samar agar tidak terkesan menyinggung. Namun rasanya sulit untuk melakukan hal tersebut sehingga lebih sering saya mendiamkan saja dan move on dengan hidupku. Saya merasa perdebatan atau perbantahan pendapat lewat dunia maya entah itu lewat cuitan Twitter atau status Facebook hanya bermuara pada dua jalur, yakni habisnya kuota dan kebahagiaan para follower dalam menghakimi. Mungkin dampak dari perdebatan itu adalah saya akan terkenal entah itu terkenal karena pandai berargumentasi atau justru tolol dan bigot dalam mempertahankan pendapat. Lalu efek samping lainnya bisa saja follower bertambah, tiba-tiba ada orderan untuk tampil di talkshow atau malah dipenjara karena tuduhan hate speech.

Pengalaman selama 9 tahun di sosial media telah mengajarkanku untuk tidak pernah mengumbar emosi yang berlebihan di wahana tersebut karena saya mengenal banyak orang yang sangat bahagia saat melihat orang lain menjadi tak terkontrol atau labil di media sosial. Mereka punya bahan olok-olokan dan kelabilan orang lain menjadi sumber kebahagiaan mereka. Memang banyak agama yang mengajarkan agar kita senantiasa membahagiakan manusia lainnya. Tapi saya tidak ingin membahagiakan manusia-manusia seperti itu. Oleh karena itu saya lebih cenderung pasif dalam berkomentar di media sosial terkecuali pada orang-orang yang saya anggap sudah resisten dengan semua sarkasku. 

Instagram adalah media yang saya nilai cukup aman untuk berekspresi karena foto-foto membuatku malas berkomentar. Selain itu di Instagram saya juga suka bereksperimen di tiap postingan untuk menilai seberapa agresif instabot akun kloningan dalam menekan icon like dan membuat komentar.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...