Rabu, 11 Mei 2016

Incidentally Back

Di awal 2016, saya memutuskan untuk tidak lagi menggunakan Facebook. Saya menganggap Facebook telah menjadi sejenis diktator saat perusahaan dari Silicone Valley tersebut menggunakan algoritma yang dapat memanipulasi perilaku penggunanya lewat Newsfeed. Hanya dengan mengetik beberapa kode, Zuckerberg dan koleganya dapat menentukan siapa yang bisa menjadi presiden di sebuah negara. Dan itu adalah hal yang menakutkan.

Selama berbulan-bulan tak menggunakan Facebook, saya merasa hidupku baik-baik saja. Malahan saya telah mengkonversi semua waktu yang dulunya kupakai untuk melihat Newsfeed ke kegiatan lain seperti belajar berenang, membaca Dostoevsky, dan memainkan salah satu Game Action RPG yang saya anggap paling sulit di PSP, Monster Hunter. Memang sih semua kegiatan itu tak menghasilkan uang sama sekali tapi setidaknya ada kepuasan yang sulit dinilai dengan uang ketika setelah berkali-kali percobaan akhirnya bisa juga berenang di Samudera Hindia tanpa alat bantu meskipun hanya sejauh 10 meter, saat saya mulai memaklumi apa yang dipikirkan Dostoevsky ketika menulis bahwa di neraka pastilah ada langit-langit agar penjaga neraka dapat mengikat tali untuk menggantung para pendosa, ataupun ketika saya berhasil mengalahkan monster Khezu dan Blangonga yang menjengkelkan. Pencapaian-pencapaian seperti itu tidak akan pernah bisa diliput ataupun dirayakan seperti yang dilakukan oleh dunia pada klub sepakbola Leicester City yang berhasil menjadi juara Liga Inggris dengan probabilitas 5000:1, sebuah probabilitas matematis yang semestinya mustahil tercapai di alam nyata.

Setelah beberapa bulan bebas dari adiksi Facebook, kemarin saya sempat mengintip lagi Facebook karena game Champ Man 16 memaksaku untuk melakukannya. Saya install lagi Facebook Lite, log in, lalu melihat timeline dan saya pun mengalami momen sureal selama beberapa menit. Saya seperti tak mengenali lagi Facebook. Tak mengenal bukannya karena ada perubahan warna tema ataupun desain pada medsos buatan Zuckerberg tapi merasa asing pada semua postingan yang disharing oleh semua "teman" Facebook-ku. Saya seperti tak mengenali lagi mereka. Mungkin saya terlalu lama di pedalaman hingga tak lagi mengenal modernisasi.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...