Selasa, 04 Oktober 2016

Makassar Kini

Bukannya bermaksud untuk romantis atau ingin bersenang-senang dengan masa lalu seperti Old Yellow Brick-nya Arctic Monkey tapi saat menginjakkan kaki di Makassar dua hari yang lalu, saya merasa seperti mahluk asing di kota yang pernah saya diami selama 7 tahun. Sambutan bandaranya, konstruksi bangunan dan jalannya, dan terutama orang-orangnya, tak ada lagi yang bisa kukenali. Padahal setahun yang lalu, saat masih berdomisili di Makassar istilah "I knew the pathway like the back of my hand"-nya Keane dapat kugunakan secara bebas. Tapi kini, istilah itu terasa jauh dari ingatanku.

Saat keluar dari pintu kedatangan bandara, tak ada lagi supir taksi legal dan ilegal yang mengerumuniku ataupun menarikku untuk memintaku menjadi penumpang mereka. Alih-alih, semua proses reservasi layanan taksi kini dikendalikan secara oleh elektronik oleh Dinas Perhubungan. Dengan begitu, transparansi tarif dan kenyamanan menjadi lebih terjamin. Ini hal yang baik tapi tetap saja terasa asing bagiku.

Begitu menjauhi zona bandara, saya menemukan lagi hal asing lain. Konstruksi bangunan dan jalanan semuanya tak lagi dapat kukenali.Yang tak berubah hanyalah kemacetannya, baliho dan poster figur-figur narsistik serta iklan-iklan yang bertebaran tanpa mengenal konsep tata ruang yang baik dan benar, lalu sampah dan pengemisnya yang masih eksis di pinggir-pinggir jalan seolah tak mengenal kata punah. Jika sampah dan pengemis adalah produk sampingan yang tak diinginkan dari sebuah modernisasi, maka kemacetan dan poster narsistik serta iklan yang tak mengenal toleransi pada mata-mata yang terpaksa melihat mereka setiap hari, adalah bentuk dari kegagalan manusia dalam mengenal estetika.

Mungkin saya takkan lagi menjadi bagian dari kota ini dalam beberapa tahun ke depan namun saya selalu berharap agar Makassar dapat menjadi sebuah kota yang sejuk dan damai seperti di masa yang tak pernah ada sebelumnya. Bebas dari begal, sampah, pengemis, dan baliho yang tak tentu arah. Entah kapan hal itu dapat terwujud.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...