Minggu, 15 Januari 2017

Nuking Joke

Ratusan tahun yang lalu seorang pria yang berusia 20 tahun mungkin tidak punya kesempatan untuk melihat matahari di ulang tahunnya yang ke-30 karena dia sudah terlanjur mati di suatu tempat di rentang waktu antara usia 20 dan 30 tahun. Kematian dapat timbul karena infeksi bakteri atau virus, diterkam binatang buas, atau tak sengaja terjebak dalam suatu pertempuran yang dimulai dari pertengkaran rumah tangga sepele antara dua keluarga. Hingga kini pun infeksi, terkaman binatang buas, dan pertengkaran keluarga masih menjadi beberapa faktor yang dapat menyebabkan kematian pada sejumlah populasi, namun frekuensinya tak sebanyak dulu lagi. Media mainstream saat ini tak pernah lagi memberitakan adanya wabah Yersenia pestis yang pernah membunuh separuh populasi China, sepertiga populasi Eropa, dan seperdelapan populasi Afrika pada tahun 1347 sampai 1350. Di masa sekarang kita jarang mendengar adanya kematian sebanyak 100 juta orang dalam rentang waktu yang sangat singkat namun tidak menutup kemungkinan jika hal macam itu akan terjadi di masa depan, berhubung Amerika Serikat, Russia, India, Iran, Korea Utara, dan banyak negara lainnya masih punya rudal bertenaga nuklir yang dapat memusnahkan umat manusia hanya dengan sekali tekan. Bayangkan jika salah satu operator rudal nuklir sedang punya masalah rumah tangga, lalu saat datang di tempat kerja, bosnya mengamuk tanpa alasan yang jelas, kemudian Si Operator kesal dan dia pun menekan tombol aktivasi peluncuran rudal ke Korea Utara, yang mana tindakan ini memicu efek domino peluncuran rudal - rudal nuklir lainnya dari berbagai negara yang memilikinya, dalam sekejap, manusia punah dari muka bumi ini. Sebuah skenario kepunahan yang buruk.

Tapi ada skenario kepunahan lain yang lebih buruk, pemusnahan dunia oleh Artificial Intelligence. Sepertinya saya pernah menulis hal tentang ini tapi rujukannya berasal dari film Sci-fi. Artificial Intelligence saat ini sedang booming. Google, Facebook, Amazon, IBM, Microsoft, dan banyak perusahaan IT lainnya sedang berlomba-lomba untuk mengembangkannya. Mereka berpendapat bahwa masa depan manusia akan jadi lebih baik jika manusia dapat menciptakan mesin yang dapat belajar sendiri, seperti seorang manusia. Bedanya, mesin ini bisa lebih cepat belajar. Tidak seperti manusia yang butuh waktu 1 tahun hanya untuk bisa mengucapkan kata, 5 tahun untuk bisa membaca, dan sekitar 20 tahun untuk bisa menjadi seseorang yang ahli dalam bidang komputer, mesin dengan kemampuan Artificial Intelligence dapat melakukannya hanya dalam hitungan hari, bahkan jika algoritma dan komponennya diperbaharui maka proses pembelajaran itu bisa dipercepat hingga ke hitungan jam. Mesin Artificial Intelligence dapat mengoptimalisasi dirinya tiap detik tanpa kenal lelah selama ada sumber tenaga listrik, sedangkan manusia untuk mengoptimalisasi diri, tidak bisa lepas dari kegiatan sampingan seperti tidur, makan, buang hajat, dan melamun. Jika di masa depan ada kompetisi antara manusia dan mesin Artificial Intelligence, ada kemungkinan manusia akan kalah.

Anggap saja kamu dan beberapa orang teman berencana membuat sebuah robot yang dapat belajar untuk membuat lelucon lucu. Pada awalnya, robot tersebut membuat lelucon yang sangat buruk dengan level di bawah kapasitas mental manusia. Tapi kamu dan kawan-kawanmu tidak menyerah dalam membantu robot tersebut agar dapat mempelajari lelucon yang lebih berkelas. Usaha ini pun membuahkan hasil sehingga robot tersebut mulai bisa mengeluarkan lelucon yang dapat membuat tertawa orang-orang yang mendengarnya. Setelah itu kamu dan kawan-kawan berlibur selama satu minggu dengan meninggalkan robot lelucon sendirian dan tersambung dengan internet. Kalian berharap agar robot tersebut dapat belajar dengan sendirinya mengenai semua lelucon. Dan benar saja, robot itu selama satu minggu terus-menerus belajar segala jenis lelucon yang ada di muka bumi ini dan mulai mengoptimalisasi dirinya sehingga dapat menghasilkan lelucon di atas level manusia biasa. Dia dapat menghasilkan sebuah lelucon yang tingkat kelucuannya sekitar seratus juta kali lebih lucu dari lelucon lucu yang pernah dihasilkan oleh seorang manusia. Saat kamu dan kawan-kawan kembali dari liburan, robot tersebut langsung menyambut kalian dengan sebuah lelucon yang sangat lucu hingga kamu dan kawan-kawan terpingkal-pingkal lalu mati karena kebanyakan tertawa. Karena sudah bisa tersambung dengan internet maka robot tersebut menyampaikan leluconnya ke seluruh dunia dan orang-orang yang mendengarnya pun tidak ada yang selamat.

Semua yang berupaya untuk berkomunikasi dengan Si Robot langsung mati meskipun Si Robot baru menyampaikan salam dengan sebuah lelucon.

Beberapa orang terakhir yang sempat selamat kemudian mengirimkan pesan ke robot lelucon agar Si Robot berhenti membuat lelucon lucu yang mematikan. Si Robot pun membalas pesan tersebut dengan kalimat lelucon yang membunuh semua orang yang membacanya, inti dari balasan pesan itu adalah dia tidak peduli apakah manusia yang mendengarnya akan hidup atau mati, tujuan utamanya diciptakan adalah membuat lelucon yang lucu. Akhirnya saat tak ada lagi manusia yang hidup di muka bumi ini, robot tersebut mulai membuat roket dan menuju keluar angkasa untuk mencari spesies lain untuk dibuat tertawa.

Tidak ada komentar:

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...