Jumat, 27 Januari 2017

Surga

Pada tahun 1930 Keynes pernah meramalkan bahwa di masa depan manusia akan memiliki jam kerja yang lebih sedikit sehingga mereka memiliki banyak waktu luang yang dapat digunakan untuk pengembangan diri dan bersenang-senang karena semua orang sudah memiliki semua materi yang mereka perlukan. Malah, Keynes menyebutkankan sebuah angka yang pasti untuk itu, hanya 15 jam kerja per minggu atau sekitar 2 jam 30 menit setiap hari. Itu artinya kita hanya perlu masuk kerja jam 8 pagi lalu pulang jam 10 pagi selama seminggu atau kalau mau lebih ekstrim, cukup kerja 8 jam selama 2 hari, lalu 5 hari sisanya dipakai untuk senang-senang. Terdengar menyenangkan. Keynes meramalkan ini di era yang sama, ketika Amerika Serikat sedang berusaha lepas dari Depresi Ekonomi yang meluluhlantakkan hampir semua sektor kehidupan. Orang-orang kehilangan pekerjaan dan harapan. Sehingga banyak yang bilang, Keynes sedang berkhayal. Tapi Keynes sangat optimis dengan ramalannya dan meresponnya dengan kalimat, Depresi Ekonomi "is only a temporary period of adjustment". Untuk beberapa tahun setelahnya, Keynes ternyata benar. Dunia memang berhasil lepas dari Great Depression. Orang-orang kembali mendapatkan pekerjaan dan ekonomi tumbuh dengan pesat. Mereka yang harus bekerja 60-70 jam dalam seminggu selama masa depresi mulai bisa merasakan kelegaan karena sepertinya ramalan Keynes akan menjadi kenyataan. Hanya sayangnya pertumbuhan ekonomi ini kembali terganggu oleh Perang Dunia Kedua yang dimulai oleh Hitler dan koleganya. Perang memporak-porandakan negara - negara yang kalah. Jepang lumpuh karena bom atom, Jerman dibagi dua oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet, dan Kesultanan Turki harus rela melepas semua daerah kekuasaannya mulai di Timur Tengah.

Begitu perang berakhir, pertumbuhan ekonomi kembali melonjak seperti yang diramalkan oleh Keynes. Dengan pertumbuhan seperti itu, diperkirakan pada tahun 2030, dunia akan memasuki surga Keynes. Sayangnya saat membuat ramalan, nampaknya Keynes lupa memperhitungkan asimetri ekonomi. Keynes hanya memprediksi masa depan dari perspektif para pemenang tanpa melihat adanya kaum - kaum marginal yang kalah dalam kompetisi entah karena salah tempat lahir, salah waktu, dan salah pendidikan. Dari 6 milyar penduduk di dunia, hanya sekitar 6 juta orang yang memiliki memegang 90% kekayaan di didunia. Sepuluh persen kekayaan lainnya dibagi merata ke 5 milyar manusia. Disparitas ekonomi yang mengerikan. Jika ada orang kaya yang rela membeli tas seharga satu milyar maka ada juga orang miskin yang terpaksa harus makan nasi basi untuk bisa bertahan hidup dan menunggu mati saat sakit karena tak sanggup bayar biaya pengobatan.

Banyak pekerja yang harus bekerja lebih dari 50 jam dalam seminggu dan dibayar dengan upah rendah terutama pekerjaan di sektor jasa. Saya melihat hal tersebut pada bidang kesehatan. Beberapa teman saya mengaku harus bekerja mulai dari 16 jam hingga terkadang 24 jam dalam sehari untuk menangani pasien di klinik atau rumah sakit dengan upah secukupnya. Untuk menutupi semua tagihan dan biaya hidup, terkadang mereka harus berjaga di klinik selama seminggu tanpa pulang-pulang. Tapi mereka tak mau protes. Mereka hanya menjalani kehidupan seperti itu seolah-olah tak ada kehidupan lain yang lebih baik di luar sana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pencarian Referat - Dokumen - Artikel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut